Udara Sangat Tidak Sehat, Dinas Pendidikan Tanjabbar Alihkan Sekolah ke Daring

- Penulis Berita

Selasa, 15 September 2026 - 14:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABBAR, TJ – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menjadi perhatian serius. Hasil pengukuran Dinas Kesehatan pada 15 September 2026 menunjukkan kualitas udara secara umum berada pada kategori sangat tidak sehat dan berbahaya.

 

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengambil langkah pencegahan dengan mengalihkan sementara proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring atau jarak jauh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kebijakan itu disampaikan Dinas Pendidikan Tanjabbar melalui surat bernomor 400.3.5/1484/DISDIK/IX/SRK/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan, H. Dahlan, S.Sos., MM, pada 15 September 2026.

 

Dalam surat tersebut, seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, diminta melaksanakan pembelajaran dari jarak jauh mulai Rabu, 16 September hingga Sabtu, 19 September 2026.

 

Keputusan tersebut bukan sekadar perubahan pola belajar. Pemerintah daerah menempatkan faktor kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru serta tenaga kependidikan sebagai pertimbangan utama di tengah kondisi udara yang dinilai tidak aman.

BACA JUGA  Angka Kriminalitas Menurun 23,21 Persen di Tahun 2021

 

Dinas Pendidikan meminta kepala satuan pendidikan mengatur pelaksanaan pembelajaran daring secara efektif. Guru juga diminta tetap memastikan tujuan pembelajaran tercapai dengan mempertimbangkan kondisi siswa serta ketersediaan akses internet dan perangkat teknologi.

 

Namun, sekolah diingatkan agar tidak menjadikan pembelajaran daring sebagai beban baru bagi siswa. Pemberian tugas harus disesuaikan dengan kemampuan dan situasi peserta didik.

 

Untuk mendukung proses belajar, guru dapat memanfaatkan berbagai sarana yang mudah diakses, mulai dari WhatsApp Group, Google Classroom, platform pembelajaran sekolah hingga media digital lainnya.

 

Dinas Pendidikan juga mengantisipasi persoalan kesenjangan akses teknologi. Bagi siswa yang mengalami keterbatasan internet maupun tidak memiliki perangkat pembelajaran memadai, sekolah diminta menyiapkan metode alternatif yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta didik.

BACA JUGA  Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Mangrove di Desa Mandala Jaya Ditutup

 

Tak hanya kegiatan belajar, kondisi kesehatan warga sekolah juga diminta menjadi perhatian. Kepala sekolah harus melakukan pemantauan terhadap kesehatan siswa, guru dan tenaga kependidikan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

 

Aktivitas di luar ruangan pun diminta dikurangi. Bagi mereka yang tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dianjurkan sesuai kebutuhan untuk mengurangi paparan asap dan partikulat.

 

Kebijakan pembelajaran daring ini tidak bersifat permanen. Pembelajaran tatap muka dapat kembali digelar setelah kualitas udara membaik dan dinilai aman berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan.

 

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Tanjabbar memilih langkah preventif untuk menekan risiko paparan udara buruk terhadap lingkungan pendidikan, sembari memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung meski dilakukan dari jarak jauh.(*)

Berita Terkait

Jual Beras SPHP di Atas HET, Mitra Bulog Kuala Tungkal Terancam Diblacklist
Mardan Hasibuan Pimpin IBCA-MMA Tanjabbar 2026–2030, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas
Bulog Kuala Tungkal Perketat Pengawasan Penjualan Beras SPHP, Mitra Diminta Patuhi Aturan
Anwar Sadat Luncurkan SIPENA, Urusan Kepegawaian ASN Tanjabbar Kini Berbasis Digital
Desa Teluk Kulbi Masuk Calon Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Jambi 2026
Kebakaran di Tanjabbar Naik 74 Persen, 54 Kejadian Tercatat hingga Oktober 2026
Anwar Sadat Soroti Kabel Semrawut di Kuala Tungkal, Provider Internet Diminta Berbenah
Ritual hingga Hiburan Warnai HUT Klenteng Kuan Kong Bio Kuala Tungkal

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:11

Jual Beras SPHP di Atas HET, Mitra Bulog Kuala Tungkal Terancam Diblacklist

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:48

Mardan Hasibuan Pimpin IBCA-MMA Tanjabbar 2026–2030, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:50

Bulog Kuala Tungkal Perketat Pengawasan Penjualan Beras SPHP, Mitra Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:48

Anwar Sadat Luncurkan SIPENA, Urusan Kepegawaian ASN Tanjabbar Kini Berbasis Digital

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31

Desa Teluk Kulbi Masuk Calon Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Jambi 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43

Anwar Sadat Soroti Kabel Semrawut di Kuala Tungkal, Provider Internet Diminta Berbenah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02

Ritual hingga Hiburan Warnai HUT Klenteng Kuan Kong Bio Kuala Tungkal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:40

IPK 3,92 dan Segudang Prestasi, Recha Oktaviani Safitri Wakili Wisudawan Universitas Baiturrahim

Berita Terbaru