mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Tegas, Bupati Anwar Sadat Minta PetroChina Mendorong Program SDM Sektor Pendidikan Keagamaan Wabup Katamso Hadiri Rakor Lintas Sektoral Persiapan Operasi Ketupat 2026 di Polres Tanjabbar Aksi Zakat Untuk Kesejahteraan Umat, Anwar Sadat: Ini wujud Nyata Komitmen  Pemda  Bupati Anwar Sadat Apresiasi Penyaluran Paket Sembako Ramadhan dari BNI Cabang Kuala Tungkal Tingkatkan SDM Hingga Zakat, Bupati Anwar Sadat Tekankan Hal Ini ke PetroChina

Home / Kota Jambi / Pemerintahan

Selasa, 4 November 2025 - 08:55 WIB

Wabup Katamso Jadi Pemateri Kuliah Umum di UNJA Jambi

JAMBI, TJ – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E. menjadi salah satu pemateri dalam Kuliah Umum bertema “Transformasi Digital dan Tantangan Manajemen: Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi” yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, bertempat di Aula Gedung Pascasarjana Kampus Universitas Jambi, Sabtu (25/10).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Shofia Amin, S.E., M.Si, dan turut dihadiri oleh Dr. Zulfiana Adriani, S.E., M.Si, beserta jajaran dosen dan mahasiswa pascasarjana Universitas Jambi.

Selain Wakil Bupati, kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber lain yakni Rismawati Gulo, CEO PT. Yomi Anugerah Wijaya, serta Andy Ismail, S.Kom, MM, CEO Lensetek Internasional dan dosen Universitas Darwan Ali yang hadir secara daring.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Tanjabbar Dr. Katamso, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat. Ia mencontohkan bagaimana proses-proses pelayanan dan administrasi yang dulunya dilakukan secara manual kini telah beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan transparan.

BACA JUGA  Bupati Anwar Sadat bersama Bunda PAUD Hadiri Gebyar Puncak Hari Anak Nasional ke-40

“ Dulu, saat kami masih kuliah di Universitas Jambi, segala urusan masih manual. Bahkan membeli tiket bus ke kampus dilakukan langsung di loket, dan tidak jarang terjadi pemalsuan. Sekarang semua sudah berbasis digital, mulai dari pembelian tiket, laporan, hingga pembayaran gaji. Semua menggunakan sistem elektronik,” ujar Dr. Katamso.

Katamso menjelaskan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator dalam proses digitalisasi, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien. Ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menunjukkan tren positif.

“Pada tahun 2021 IPM kita berada di angka 68,16, dan tahun 2024 berhasil naik menjadi 72,01. Capaian ini tidak lepas dari peran digitalisasi di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.

Dr. Katamso menuturkan, sektor pendidikan dan kesehatan kini sangat bergantung pada sistem digital, mulai dari pendataan rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, hingga penurunan angka stunting yang seluruhnya terintegrasi dalam sistem berbasis aplikasi.

BACA JUGA  Sekda Tanjab Barat Pimpin Rapat Kerjasama Dengan LP Kelas II B Kuala Tungkal

“Digitalisasi membantu pemerintah dalam mengolah data secara akurat untuk menentukan arah kebijakan. Tapi tantangannya adalah masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya melek digital. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Wakil Bupati Tanjab Barat menyimpulkan empat poin utama dari transformasi digital di tingkat daerah, yakni:
1. Dorongan global memicu seluruh kegiatan pemerintahan berbasis data.
2. Tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan efisien.
3. Perubahan perilaku masyarakat penerima layanan masih perlu ditingkatkan agar lebih adaptif terhadap teknologi digital.
4. Tantangan daerah masih berkutat pada keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan literasi digital.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, khususnya di Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

JAMBI, TJ – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E. menjadi salah satu pemateri dalam Kuliah Umum bertema “Transformasi Digital dan Tantangan Manajemen: Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi” yang digelar oleh Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, bertempat di Aula Gedung Pascasarjana Kampus Universitas Jambi, Sabtu (25/10).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Prof. Shofia Amin, S.E., M.Si, dan turut dihadiri oleh Dr. Zulfiana Adriani, S.E., M.Si, beserta jajaran dosen dan mahasiswa pascasarjana Universitas Jambi.

Selain Wakil Bupati, kuliah umum ini juga menghadirkan narasumber lain yakni Rismawati Gulo, CEO PT. Yomi Anugerah Wijaya, serta Andy Ismail, S.Kom, MM, CEO Lensetek Internasional dan dosen Universitas Darwan Ali yang hadir secara daring.

Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Tanjabbar Dr. Katamso, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan perilaku di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat. Ia mencontohkan bagaimana proses-proses pelayanan dan administrasi yang dulunya dilakukan secara manual kini telah beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan transparan.

“ Dulu, saat kami masih kuliah di Universitas Jambi, segala urusan masih manual. Bahkan membeli tiket bus ke kampus dilakukan langsung di loket, dan tidak jarang terjadi pemalsuan. Sekarang semua sudah berbasis digital, mulai dari pembelian tiket, laporan, hingga pembayaran gaji. Semua menggunakan sistem elektronik,” ujar Dr. Katamso.

Katamso menjelaskan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator dalam proses digitalisasi, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien. Ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menunjukkan tren positif.

“Pada tahun 2021 IPM kita berada di angka 68,16, dan tahun 2024 berhasil naik menjadi 72,01. Capaian ini tidak lepas dari peran digitalisasi di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.

Dr. Katamso menuturkan, sektor pendidikan dan kesehatan kini sangat bergantung pada sistem digital, mulai dari pendataan rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, hingga penurunan angka stunting yang seluruhnya terintegrasi dalam sistem berbasis aplikasi.

“Digitalisasi membantu pemerintah dalam mengolah data secara akurat untuk menentukan arah kebijakan. Tapi tantangannya adalah masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya melek digital. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Wakil Bupati Tanjab Barat menyimpulkan empat poin utama dari transformasi digital di tingkat daerah, yakni:
1. Dorongan global memicu seluruh kegiatan pemerintahan berbasis data.
2. Tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan efisien.
3. Perubahan perilaku masyarakat penerima layanan masih perlu ditingkatkan agar lebih adaptif terhadap teknologi digital.
4. Tantangan daerah masih berkutat pada keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan literasi digital.
Melalui kuliah umum ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, khususnya di Provinsi Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Resmikan Jembatan di Parit Selamat Kecamatan Seberang Kota

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Pimpin Apel Perdana Setelah Lebaran Idul Fitri 1445 H

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Lantik 11 Pejabat Struktural Berikut Ini Nama dan Jabatannya

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Buka Secara Resmi Kejurprov Catur Tahun 2022

Pemerintahan

Bupati Hadiri Peringatan Isra Miraj di Masjid Hidayatul Muttaqin Parit 5 Darat

Pemerintahan

Tinjau Lokasi Kebakaran di Andalas Bupati Tanjab Barat Berikan Bantuan

Pemerintahan

Hari Pramuka ke-63, Bupati Anwar Sadat di Anugerahi Penghargaan Lencana Karya Bakti

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Perpisahan Santri Madrasah Tsanawiyah