TANJABBAR, TJ – Menghadapi meningkatnya paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengaktifkan layanan rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.
Fasilitas dengan kapasitas tiga tempat tidur tersebut berada di Kantor Dinkes Tanjabbar, Jalan Jenderal Sudirman, Kuala Tungkal. Layanan ini disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan asap, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata hingga radang tenggorokan.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjabbar Sahala Simatupang, SKM, MPh, mengatakan rumah oksigen telah dilengkapi peralatan pendukung yang terlebih dahulu diperiksa dan diuji fungsinya sebelum digunakan untuk pelayanan masyarakat.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal, Dinkes juga menyiagakan tenaga medis yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat. Mereka bertugas secara bergantian untuk memberikan pelayanan di rumah oksigen maupun posko kesehatan.
“Rumah oksigen ini kami fungsikan karena eskalasi asap dalam beberapa hari terakhir meningkat. Ini juga sesuai dengan arahan Bupati Tanjabbar agar seluruh infrastruktur dan fasilitas kesehatan bersinergi, berkolaborasi, serta terintegrasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat,” ujar Sahala, Rabu (20/10/2026).
Tak hanya mengoperasikan rumah oksigen, Dinkes Tanjabbar turut mendirikan posko kesehatan di halaman kantor sebagai pusat pelayanan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan awal akibat dampak kabut asap.
Posko tersebut terintegrasi dengan pelayanan RSUD KH Daud Arif dan seluruh puskesmas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis selama kondisi kabut asap masih berpotensi mengganggu kesehatan.
Melalui penyediaan rumah oksigen dan posko kesehatan terpadu, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap dapat memperoleh penanganan secara cepat sesuai kebutuhan medis.(*)








