mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Sekda Hermansyah Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjabbar, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Wabup Katamso Dorong Pengembangan Bisnis Mangrove Berkelanjutan untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Jadikan Pangkal Babu Living Laboratory, Wabup Katamso Sambut Program Penguatan Ekonomi Berbasis Manggrove  Wabup Katamso Ajak Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah Lewat Podcast Youth Center Tanjabbar Raih WTP Ke-8 Berturut-turut, Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Home / Berita

Sabtu, 6 November 2021 - 21:35 WIB

Menuai Kecaman,Menteri Pertanian Usir Jurnalis Jambi Saat Meliput

JAMBI – Kedatangan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Jambi menuai kecaman dan kekecawaan sejumlah awak media di Jambi.

Hal itu terjadi saat Mentan Limpo melakukan kunjungan ke Gudang Biji Pinang CV. Indokara di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi untuk melepas ekspor biji pinang ke Pakistan, Sabtu (06/11/21) pagi.

Padahal wartawan yang melakukan peliputan merupakan media yang terdaftar dalam undangan liputan. Namun malahan Menteri Pertanian maupun Protokolnya secara sengaja menyuruh keluar awak media yang tengah melakukan peliputan di lokasi.

Suci Annisa Jurnalis Kompas TV mengungkapkan, saat dirinya melakukan peliputan bersama rekan media yang lain di usir langsung oleh Menteri dan di lanjutkan protokol menteri yang hadir saat itu untuk melakukan pengamanan.

BACA JUGA  BBM Solar Langka,Nelayan Kuala Tungkal Gantung Jaring

“Jadi gini bang, kami para Wartawan diundang untuk melakukan peliputan ke acara pelepasan pinang ke Pakistan yang dilakukan menteri. Kita hadir sebagai undangan, karena nama wartawan yang meliput sudah ada dalam undangan tersebut,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Suci menuturkan saat Menteri melakukan pengecekan pinang yang akan di ekspor, para wartawan di arahkan oleh Protokol Provinis untuk berdiri sebelah kiri.

“Namun anehnya dari tim menteri melontarkan ucapan kalau media tidak boleh masuk, “media keluar, media jangan ada yang masuk,”ucapnya sambil menirukan kata dari tim menteri.

BACA JUGA  Disambut Ribuan Massa Pendukung di Betara, UAS Katamso di Doakan Kemenangan di Pilkada Tanjabbar

Diketahui posisi wartawan kompas TV tersebut sudah dalam posisi record dalam bentuk video hingga video pengusiran tersebut terekam jelas.

“Sampai kapan media di perlakukan seperti ini dan ini kejadian yang kedua kalinya wartawan di usir. Apa jadi hina inikah pekerjaan media di mata mereka,” pungkasnya.

Selaku Jurnalis dan juga menjabat sebagai Ketua IJTI Pengda Jambi, Suci Annisa telah melaporkan hal ini kepada IJTI Pusat untuk ditindak lanjuti. Sejumlah awak media di lokasi menyesalkan tindakan yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi yang dinilai tidak menghargai Profesi Wartawan yang tengah bertugas. (*#)

JAMBI – Kedatangan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Jambi menuai kecaman dan kekecawaan sejumlah awak media di Jambi.

Hal itu terjadi saat Mentan Limpo melakukan kunjungan ke Gudang Biji Pinang CV. Indokara di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi untuk melepas ekspor biji pinang ke Pakistan, Sabtu (06/11/21) pagi.

Padahal wartawan yang melakukan peliputan merupakan media yang terdaftar dalam undangan liputan. Namun malahan Menteri Pertanian maupun Protokolnya secara sengaja menyuruh keluar awak media yang tengah melakukan peliputan di lokasi.

Suci Annisa Jurnalis Kompas TV mengungkapkan, saat dirinya melakukan peliputan bersama rekan media yang lain di usir langsung oleh Menteri dan di lanjutkan protokol menteri yang hadir saat itu untuk melakukan pengamanan.

“Jadi gini bang, kami para Wartawan diundang untuk melakukan peliputan ke acara pelepasan pinang ke Pakistan yang dilakukan menteri. Kita hadir sebagai undangan, karena nama wartawan yang meliput sudah ada dalam undangan tersebut,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Suci menuturkan saat Menteri melakukan pengecekan pinang yang akan di ekspor, para wartawan di arahkan oleh Protokol Provinis untuk berdiri sebelah kiri.

“Namun anehnya dari tim menteri melontarkan ucapan kalau media tidak boleh masuk, “media keluar, media jangan ada yang masuk,”ucapnya sambil menirukan kata dari tim menteri.

Diketahui posisi wartawan kompas TV tersebut sudah dalam posisi record dalam bentuk video hingga video pengusiran tersebut terekam jelas.

“Sampai kapan media di perlakukan seperti ini dan ini kejadian yang kedua kalinya wartawan di usir. Apa jadi hina inikah pekerjaan media di mata mereka,” pungkasnya.

Selaku Jurnalis dan juga menjabat sebagai Ketua IJTI Pengda Jambi, Suci Annisa telah melaporkan hal ini kepada IJTI Pusat untuk ditindak lanjuti. Sejumlah awak media di lokasi menyesalkan tindakan yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi yang dinilai tidak menghargai Profesi Wartawan yang tengah bertugas. (*#)

Share :

Baca Juga

Berita

Mengisi Waktu di Masa Belajar Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong.

Berita

Dongkrak Sektor Pariwisata, Investasi dan Bisnis di Kepri, Imigrasi Luncurkan Multiple Entry Visa

Berita

Kuasa Hukum BA Ajukan Eksepsi,Terkait Kasus Pencurian TBS Sawit

Berita

Syarat Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal Masa Berlaku 10 Tahun

Berita

Kompak Tri Pilar Blusukan di Desa Pembengis Bagikan Sembako dan Hewan Peliharaan Ternak

Berita

Jelang Idul Fitri, PT LPPPI Bagikan Ribuan Paket Sembako Untuk Masyarakat Tebing Tinggi dan Santunan Anak Yatim

Berita

Mengenal Isbat Wakaf Terpadu di PA Kuala Tungkal

Berita

Kapolda Jadi Pemateri LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Jambi