mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Sambut Kunker  Danrem 042/Gapu ke Tanjabbar  Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso:: Tanjabbar Komitmen  Wujudkan Pembangunan Daerah dan Nasional Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Rakor Lintas Sektoral, Bupati Tanjabbar Siap Dukung Program Nasional Wabup Katamso Rapat Audiensi Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Tanjabbar  Terima SK, Ratusan PNS Tanjabbar di Ambil Sumpah, Wabup Katamso Tekankan Soal IPM

Home / Berita

Sabtu, 6 November 2021 - 21:35 WIB

Menuai Kecaman,Menteri Pertanian Usir Jurnalis Jambi Saat Meliput

JAMBI – Kedatangan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Jambi menuai kecaman dan kekecawaan sejumlah awak media di Jambi.

Hal itu terjadi saat Mentan Limpo melakukan kunjungan ke Gudang Biji Pinang CV. Indokara di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi untuk melepas ekspor biji pinang ke Pakistan, Sabtu (06/11/21) pagi.

Padahal wartawan yang melakukan peliputan merupakan media yang terdaftar dalam undangan liputan. Namun malahan Menteri Pertanian maupun Protokolnya secara sengaja menyuruh keluar awak media yang tengah melakukan peliputan di lokasi.

Suci Annisa Jurnalis Kompas TV mengungkapkan, saat dirinya melakukan peliputan bersama rekan media yang lain di usir langsung oleh Menteri dan di lanjutkan protokol menteri yang hadir saat itu untuk melakukan pengamanan.

BACA JUGA  Bupati Anwar Sadat Serahkan Penghargaan Pemenang Festival Arakan Sahur

“Jadi gini bang, kami para Wartawan diundang untuk melakukan peliputan ke acara pelepasan pinang ke Pakistan yang dilakukan menteri. Kita hadir sebagai undangan, karena nama wartawan yang meliput sudah ada dalam undangan tersebut,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Suci menuturkan saat Menteri melakukan pengecekan pinang yang akan di ekspor, para wartawan di arahkan oleh Protokol Provinis untuk berdiri sebelah kiri.

“Namun anehnya dari tim menteri melontarkan ucapan kalau media tidak boleh masuk, “media keluar, media jangan ada yang masuk,”ucapnya sambil menirukan kata dari tim menteri.

BACA JUGA  Kebakaran di Gang Antara Warga Pertanyaan Hydrant Tidak Difungsikan

Diketahui posisi wartawan kompas TV tersebut sudah dalam posisi record dalam bentuk video hingga video pengusiran tersebut terekam jelas.

“Sampai kapan media di perlakukan seperti ini dan ini kejadian yang kedua kalinya wartawan di usir. Apa jadi hina inikah pekerjaan media di mata mereka,” pungkasnya.

Selaku Jurnalis dan juga menjabat sebagai Ketua IJTI Pengda Jambi, Suci Annisa telah melaporkan hal ini kepada IJTI Pusat untuk ditindak lanjuti. Sejumlah awak media di lokasi menyesalkan tindakan yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi yang dinilai tidak menghargai Profesi Wartawan yang tengah bertugas. (*#)

JAMBI – Kedatangan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo di Provinsi Jambi menuai kecaman dan kekecawaan sejumlah awak media di Jambi.

Hal itu terjadi saat Mentan Limpo melakukan kunjungan ke Gudang Biji Pinang CV. Indokara di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi untuk melepas ekspor biji pinang ke Pakistan, Sabtu (06/11/21) pagi.

Padahal wartawan yang melakukan peliputan merupakan media yang terdaftar dalam undangan liputan. Namun malahan Menteri Pertanian maupun Protokolnya secara sengaja menyuruh keluar awak media yang tengah melakukan peliputan di lokasi.

Suci Annisa Jurnalis Kompas TV mengungkapkan, saat dirinya melakukan peliputan bersama rekan media yang lain di usir langsung oleh Menteri dan di lanjutkan protokol menteri yang hadir saat itu untuk melakukan pengamanan.

“Jadi gini bang, kami para Wartawan diundang untuk melakukan peliputan ke acara pelepasan pinang ke Pakistan yang dilakukan menteri. Kita hadir sebagai undangan, karena nama wartawan yang meliput sudah ada dalam undangan tersebut,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Suci menuturkan saat Menteri melakukan pengecekan pinang yang akan di ekspor, para wartawan di arahkan oleh Protokol Provinis untuk berdiri sebelah kiri.

“Namun anehnya dari tim menteri melontarkan ucapan kalau media tidak boleh masuk, “media keluar, media jangan ada yang masuk,”ucapnya sambil menirukan kata dari tim menteri.

Diketahui posisi wartawan kompas TV tersebut sudah dalam posisi record dalam bentuk video hingga video pengusiran tersebut terekam jelas.

“Sampai kapan media di perlakukan seperti ini dan ini kejadian yang kedua kalinya wartawan di usir. Apa jadi hina inikah pekerjaan media di mata mereka,” pungkasnya.

Selaku Jurnalis dan juga menjabat sebagai Ketua IJTI Pengda Jambi, Suci Annisa telah melaporkan hal ini kepada IJTI Pusat untuk ditindak lanjuti. Sejumlah awak media di lokasi menyesalkan tindakan yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan ke Jambi yang dinilai tidak menghargai Profesi Wartawan yang tengah bertugas. (*#)

Share :

Baca Juga

Berita

Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Gelar Pengajian  Rutin  dan Doa Bersama di Masjid At Taubah

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat Sambangi P2L Kelompok Tani Betara dan Beri Apresiasi

Berita

Pemegang Paspor RI yang Hendak Bepergian ke Jerman dapat Mengajukan Pengesahan endorsement Tanda Tangan di Kantor Imigrasi

Berita

Pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dan Mangrove di Desa Mandala Jaya Ditutup

Berita

Reza Pahlevi: Tidak Ada Intervensi Proses Lelang Terbuka Sesuai Aturan

Berita

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, AL PATAR Tanjab Barat Berbagi ke Panti Asuhan

Berita

Bidik Pebisnis Eropa, Imigrasi Kukuhkan PARQ sebagai Duta Layanan Keimigrasian

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat lakukan roadshow Supervisi dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK