TANJABBAR, TJ – Persoalan pembangunan dan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat menjadi perhatian dalam agenda Reses I Tahun Sidang 2026–2027 anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, SE, di Desa Lubuk Berani, Kecamatan Batang Asam, Rabu (5/11/2026).
Dalam pertemuan bersama masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Tungkal Ulu, Tebing Tinggi dan Batang Asam tersebut, beragam aspirasi mengemuka. Mulai dari pembenahan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga kebutuhan fasilitas olahraga serta sarana umum lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah daerah.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Desa Lubuk Berani, Ketua RT, para kepala dusun, Ketua Karang Taruna, tenaga pendidik, Kepala Pustu Lubuk Berani serta sejumlah tokoh dan masyarakat setempat.
Hamdani mengatakan, reses merupakan kesempatan bagi anggota legislatif untuk melihat lebih dekat kondisi masyarakat sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi warga secara langsung.
Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
“Reses ini menjadi sarana untuk menyerap, menampung dan menindaklanjuti aspirasi maupun pengaduan masyarakat. Apa yang disampaikan warga tentu menjadi perhatian kami untuk diperjuangkan agar bisa masuk dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap kondisi keuangan daerah ke depan semakin membaik, terutama setelah dana Transfer ke Daerah (TKD) disalurkan pemerintah pusat, sehingga ruang fiskal daerah dapat lebih mendukung realisasi berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat.
Hamdani menegaskan, komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus terjalin. Dengan begitu, kebutuhan riil di lapangan dapat diketahui dan menjadi dasar dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Baginya, reses bukan hanya tentang mendengarkan usulan, tetapi juga memastikan suara masyarakat dari daerah pemilihan tetap mendapat perhatian dalam proses perencanaan pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (*)












