mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
DPRD Tanjabbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD 2027 Bupati Anwar Sadat Dukung UMKM Ecoprint Kuala Dasal, Potensi Lokal Resam Disiapkan Tembus Pasar Lebih Luas  Bupati Anwar Sadat Optimistis Hortikultura Jadi Mesin Ekonomi Baru, Panen Melon Kuala Dasal Capai 16 Ton Panen Raya Melon Kuala Dasal Tembus Pasar Batam dan Jakarta, Bupati Dorong Jadi Model Pertanian Modern Warga Desa Kemuning Kini Bernapas Lega, Pembakaran Tempurung Kelapa Beralih ke Siang Hari Sesuai Aturan Bupati

Home / Berita

Selasa, 6 Juli 2021 - 08:49 WIB

Mengisi Waktu di Masa Belajar Daring, Bocah 15 Tahun Mengais Rezeki Menjadi Pengemudi Pompong.

Tanjab Barat – Bocah berusia 15 tahun yang tinggal di Desa Parit Deli, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengais rezeki di tengah pandemi covid-19 dengan menjadi pengemudi pompong.

Kedua tangannya yang kecil tapi cekatan memegang kemudi. Tenaganya pun kuat mengengkol mesin perahu,setiap hari melawan arus air. Hal itu dilakukannya setiap hari untuk mencari nafkah yang halal.

Hampir setiap hari bocah tersebut mengemudikan kapal pompong dengan membawa penumpang yang ingin pergi dari Desa Betara Kanan menuju Desa tetangga yaitu Desa Parit Deli.

Bocah tersebut bernama Sahir Saputra, anak kedua dari pasangan Ali dan Erna. Melawan arus dan membelah ombak dari Sungai Parit Deli selama hampir lima menit Ia lakukan setiap hari. Meski dengan resiko yang cukup tinggi jika terjadi sesuatu hal. Sahir menyebut bahwa menjadi pengemudi kapal pompong ini telah Ia lakoni sejak lima bulan terakhir.

Itu lah sosok bocah yang berani melakoni pekerjaan sebagai pengemudi kapal pompong. Padahal kapal pompong yang berukuran sedang dan biasa digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai transportasi sungai ataupun laut biasanya di kendalikan oleh orang dewasa dan mahir dalam soal mengemudikan kapal pompong.

Namun Sahir Saputra mengatakan bahwa sebelumnya Ia hanya berada di rumah dan beraktivitas seperti anak pada umumnya, bermain dan belajar.

Iapun menjelaskan sebelumnya ini adalah pekerjaan abangnya. Namun dikarenakan sang abang nya telah mendapatkan pekerjaan lain, Sahir memilih untuk melanjutkan pekerjaan abangnya menjadi pengemudi kapal pompong.

“Sebelumnya pekerjaan ini abang kami yang kerja, tapi kemarin dia ada dapat kerjaan lain. Jadi kami lah yang gantikannya, tapi sebelumnya sudah belajar kek mana ngidupin dan bawa pompong,”ucap Sahir tanpa rasa sungkan.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Tanjab Barat Tinjau Balai Adat di Kecamatan Merlung

Pekerjaan inipun ia lakukan dikarenakan Kegiatan belajar mengajar yang masih secara daring dan belum tatap muka,hal ini menjadi salah satu pertimbangan Sahir untuk menjadi pengemudi kapal pompong.

Sahir lebih jauh menerangkan bahwa ada banyak waktu luang yang tersisa selama tidak belajar tatap muka yang selama ini Ia lakukan dengan bermain.Sahir merupakan siswa kelas 3 di SMP 3 Betara, Kabupaten Tanjab Barat.

Melihat peluang lain yang di fikir lebih bermanfaat dari sekedar bermain, Sahir memutuskan untuk memanfaatkan waktu dengan mencari pundi-pundi uang dengan mengemudikan kapal pompong.

Sahir menyebutkan bahwa dari pukul 08.00 wib hingga pukul 17.00 wib Ia bisa mendapatkan rata-rata uang sebesar Rp70 ribu, bahkan jika mujur Ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu. Uang yang di dapatnya pun tidak hanya untuk jajan, namun sebagian disebutnya di tabung.

“Kalo dapatnya berapa tidak nentu juga. Karena kan tergantung penumpang. Makin banyak penumpang ya makin banyak juga dapatnya. Uang nya ada untuk jajan tapi sebagain ada juga untuk di tabung,” sebutnya.

Sahir menyebut bahwa dirinya tidak mendapatkan paksaan atau bahkan di minta oleh orang tuanya untuk bekerja. Namun Sahir menyadari bahwa saat ini dirinya yang tengah bersekolah di kelas 3 SMP akan lulus dan memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan SMA.

Ia sadar ketika melanjutkan SMA akan ada pengeluaran biaya sekolah yang cukup besar. Mengambil pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dengan hasil yang sebagiannya di tabung, Sahir berharap bisa membantu orangtua nya untuk biaya Ia masuk SMA.

BACA JUGA  Ditinggal Istri Bekerja,Suami Meninggal Gantung Diri

“Ya tabungan tadi buat nanti SMA buat kebutuhan sekolah, beli buku, beli tas. Meringankan biaya sekolah lah kan, minimal bantu orang tua dari biaya perlengkapan sekolah,”ujarnya.

Pompong yang Ia gunakan ternyata bukanlah pompong milik pribadi, melainkan pompong milik pihak Kecamatan yang Ia gunakan. Namun Sahir tidak perlu menyetorkan penghasilan selama Ia mengemudi pompong, hanya saja Sahir di minta oleh pihak Kecamatan untuk menjaga pompong tersebut.

“Alhamdulilah uang yang kami dapat itu semuanya untuk saya. Tapi ya saya cuma di minta untuk merawat pompong ini baik-baik. Supaya tetap bisa di gunakan. Ya terima kasih juga lah ke pihak Kecamatan,”jelasnya.

Sahir mengaku tidak ada kendala selama menjadi pengemudi kapal pompong. Ia bahkan senang melakoni pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dan mendapatkan uang.

Namun, disisi lain Sahir tidak ingin terus-terusan menjadi pengemudi pompong. Ia berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali sebelum adanya pandemi Covid 19.

Ia mengaku bahwa rindu akan suasana belajar tatap muka, bertemu dengan guru, bertemu dengan teman-teman sekolah dan Ia rindu beraktivitas setiap harinya ke sekolah.

“Ya rindu kalo ke sekolah. Ketemu guru, kawan-kawan, bisa main di sekolah. Rindu pakai seragamnya. Semoga lah covid cepat selesai dan bisa sekolah kek dulu lagi,”tutupnya sambil melanjutkan aktivitasnya mengemudi pompong.

Tanjab Barat – Bocah berusia 15 tahun yang tinggal di Desa Parit Deli, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengais rezeki di tengah pandemi covid-19 dengan menjadi pengemudi pompong.

Kedua tangannya yang kecil tapi cekatan memegang kemudi. Tenaganya pun kuat mengengkol mesin perahu,setiap hari melawan arus air. Hal itu dilakukannya setiap hari untuk mencari nafkah yang halal.

Hampir setiap hari bocah tersebut mengemudikan kapal pompong dengan membawa penumpang yang ingin pergi dari Desa Betara Kanan menuju Desa tetangga yaitu Desa Parit Deli.

Bocah tersebut bernama Sahir Saputra, anak kedua dari pasangan Ali dan Erna. Melawan arus dan membelah ombak dari Sungai Parit Deli selama hampir lima menit Ia lakukan setiap hari. Meski dengan resiko yang cukup tinggi jika terjadi sesuatu hal. Sahir menyebut bahwa menjadi pengemudi kapal pompong ini telah Ia lakoni sejak lima bulan terakhir.

Itu lah sosok bocah yang berani melakoni pekerjaan sebagai pengemudi kapal pompong. Padahal kapal pompong yang berukuran sedang dan biasa digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai transportasi sungai ataupun laut biasanya di kendalikan oleh orang dewasa dan mahir dalam soal mengemudikan kapal pompong.

Namun Sahir Saputra mengatakan bahwa sebelumnya Ia hanya berada di rumah dan beraktivitas seperti anak pada umumnya, bermain dan belajar.

Iapun menjelaskan sebelumnya ini adalah pekerjaan abangnya. Namun dikarenakan sang abang nya telah mendapatkan pekerjaan lain, Sahir memilih untuk melanjutkan pekerjaan abangnya menjadi pengemudi kapal pompong.

“Sebelumnya pekerjaan ini abang kami yang kerja, tapi kemarin dia ada dapat kerjaan lain. Jadi kami lah yang gantikannya, tapi sebelumnya sudah belajar kek mana ngidupin dan bawa pompong,”ucap Sahir tanpa rasa sungkan.

Pekerjaan inipun ia lakukan dikarenakan Kegiatan belajar mengajar yang masih secara daring dan belum tatap muka,hal ini menjadi salah satu pertimbangan Sahir untuk menjadi pengemudi kapal pompong.

Sahir lebih jauh menerangkan bahwa ada banyak waktu luang yang tersisa selama tidak belajar tatap muka yang selama ini Ia lakukan dengan bermain.Sahir merupakan siswa kelas 3 di SMP 3 Betara, Kabupaten Tanjab Barat.

Melihat peluang lain yang di fikir lebih bermanfaat dari sekedar bermain, Sahir memutuskan untuk memanfaatkan waktu dengan mencari pundi-pundi uang dengan mengemudikan kapal pompong.

Sahir menyebutkan bahwa dari pukul 08.00 wib hingga pukul 17.00 wib Ia bisa mendapatkan rata-rata uang sebesar Rp70 ribu, bahkan jika mujur Ia bisa mendapatkan uang sebesar Rp100 ribu. Uang yang di dapatnya pun tidak hanya untuk jajan, namun sebagian disebutnya di tabung.

“Kalo dapatnya berapa tidak nentu juga. Karena kan tergantung penumpang. Makin banyak penumpang ya makin banyak juga dapatnya. Uang nya ada untuk jajan tapi sebagain ada juga untuk di tabung,” sebutnya.

Sahir menyebut bahwa dirinya tidak mendapatkan paksaan atau bahkan di minta oleh orang tuanya untuk bekerja. Namun Sahir menyadari bahwa saat ini dirinya yang tengah bersekolah di kelas 3 SMP akan lulus dan memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan SMA.

Ia sadar ketika melanjutkan SMA akan ada pengeluaran biaya sekolah yang cukup besar. Mengambil pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dengan hasil yang sebagiannya di tabung, Sahir berharap bisa membantu orangtua nya untuk biaya Ia masuk SMA.

“Ya tabungan tadi buat nanti SMA buat kebutuhan sekolah, beli buku, beli tas. Meringankan biaya sekolah lah kan, minimal bantu orang tua dari biaya perlengkapan sekolah,”ujarnya.

Pompong yang Ia gunakan ternyata bukanlah pompong milik pribadi, melainkan pompong milik pihak Kecamatan yang Ia gunakan. Namun Sahir tidak perlu menyetorkan penghasilan selama Ia mengemudi pompong, hanya saja Sahir di minta oleh pihak Kecamatan untuk menjaga pompong tersebut.

“Alhamdulilah uang yang kami dapat itu semuanya untuk saya. Tapi ya saya cuma di minta untuk merawat pompong ini baik-baik. Supaya tetap bisa di gunakan. Ya terima kasih juga lah ke pihak Kecamatan,”jelasnya.

Sahir mengaku tidak ada kendala selama menjadi pengemudi kapal pompong. Ia bahkan senang melakoni pekerjaan menjadi pengemudi kapal pompong dan mendapatkan uang.

Namun, disisi lain Sahir tidak ingin terus-terusan menjadi pengemudi pompong. Ia berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali sebelum adanya pandemi Covid 19.

Ia mengaku bahwa rindu akan suasana belajar tatap muka, bertemu dengan guru, bertemu dengan teman-teman sekolah dan Ia rindu beraktivitas setiap harinya ke sekolah.

“Ya rindu kalo ke sekolah. Ketemu guru, kawan-kawan, bisa main di sekolah. Rindu pakai seragamnya. Semoga lah covid cepat selesai dan bisa sekolah kek dulu lagi,”tutupnya sambil melanjutkan aktivitasnya mengemudi pompong.

Share :

Baca Juga

Berita

Kakanim Kelas II TPI Kuala Tungkal Ucapkan Selamat Atas Sertijab Kakanwil Kemenkumham Jambi

Berita

Dongkrak Sektor Pariwisata, Investasi dan Bisnis di Kepri, Imigrasi Luncurkan Multiple Entry Visa

Berita

Pj Gubernur Jambi Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 di Tanjab Barat

Berita

Ketua TP PKK Tanjab Barat lakukan roadshow Supervisi dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK 

Berita

Polres Tanjab Barat Menggelar Kegiatan Yustisi dan Himbauan Prokes Secara Serentak

Berita

Kapolres dan Dandim Sajikan Nasi Goreng Pada Lansia Yang Menjalani Vaksin

Berita

Wakili Jambi, Dua Putra Putri Tanjabbar Ikut STQ Nasional XXVI Tahun 2021 di Maluku Utara

Berita

Kapolda Bersama Gubernur Jambi Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri