mgid.com, 522897, DIRECT, d4c29acad76ce94f
   LIVE TV
Lantik 30 Pejabat, Bupati Anwar Sadat Tekankan Integritas, Kerja Tim dan Pelayanan Publik yang Responsif Tinjau Madrasah di Adi Purwa, Anwar Sadat Soroti Kondisi Bangunan yang Masih Memprihatinkan Anwar Sadat Tinjau Peningkatan Jalan Jalur 2 Merlung, Minta Warga Jaga Infrastruktur yang Dibangun Anwar Sadat Instruksikan Camat dan Kades Jemput Anak Putus Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan Bupati Anwar Sadat Minta Camat dan Kades Bergerak Cepat Tangani Sampah, Banjir, dan Anak Putus Sekolah

Home / Pendidikan

Sabtu, 27 April 2024 - 21:10 WIB

Himatel Unbari Bersama Bruin Mengungkap Sudut Kota Jambi Dengan Segala Rahasianya

“Pesan penting untuk generasi muda saat ini adalah “Jika tidak bisa melakukan hal besar, maka mulai lah dari hal kecil”, karena besar kecilnya tindakan akan berdampak besar bagi lingkungan pada masa yang akan datang,”tukasnya.

Sementara H.Gultom Polairud menyebutkan hal ini merupakan suatu hal yang positif. Dengan adanya kegiatan aksi seperti ini, sampah yang berada di aliran sungai perlahan – lahan akan teratasi.

“Keberhasilan dalam menjaga kebersihan Sungai Batanghari membawa dampak positif bagi air dan biota di dalamnya. Aksi pembersihan sampah di aliran Sungai Batanghari juga menjadi salah satu kegiatan unggulan Polairud Jambi. Mari terus berkomitmen untuk melakukan tindakan seperti ini secara konsisten
dan saling bekerja sama,”tuturnya.

Sedangkan Yudha Tryanto dari Bank Sampah Dream mengatakan bahwa generasi muda saat ini yang peduli terhadap lingkungan hanya kurang lebih 0,5 % di dunia.Sangat miris karena kesadaran masyarakat terhadap sampah itu sangat kecil, sehingga dalam pemikiran saya apa sih yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya, dengan hal sepele seperti contoh botol plastik minuman paling banyak digunakan masyarakat yang mereka sendiri tidak pernah memikirkan dampak dari aspek lingkungan dan kesehatan juga berdampak kepada makhluk hidup lainnya.

BACA JUGA  SMPN 2 Kuala Tungkal Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah Masih Secara Virtual

“Kita selama ini hanya melihat bahwa sampah berdampak pada manusia, padahal kalau orang pemerhati sejati
akan melihat hal tersebut akan berdampak juga pada mahkluk hidup lainnya, jika pencemaran terjadi di perairan juga akan berdampak pada sahabat kita biota dan fitoplankton. Kita hanya melihat sampah hanya lah sebagai bahan yang tidak dapat digunakan kembali, namun dari segi
ekonomi sampah sangat lah memiliki nilai dan harga. ini telah dilakukan oleh bank sampah dream yang saya jalani. Jadi yang perlu kita lihat dari sampah ini adalah bukan dari fisik dan ketidak bermanfaat nya namun juga dapat kita lihat dari aspek ekonominya,”ucap Yudha.

Diakhir, akademis universitas batanghari Ir.Siti Umi Kalsum, ST.,M. Eng berharap kegiatan ini bukan hanya kegiatan insidentil. Kenapa demikian? Karena sumber air kita adalah sumber kehidupan, apalagi Sungai Batanghari merupakan sumber air baku yang hampir seluruh air PDAM yang ada di Provinsi Jambi.

BACA JUGA  Suarakan Dukungan Coblos No.1, Umy Fadhilah Sadat Ajak Emak Emak Betara Kanan Pilih UAS Katamso

“Jadi kalau kita membuang sampah di sungai lalu sampah tersebut dikonsumsi oleh ikan – ikan yang mereka anggap bahwa itu adalah makanannya, ikan tersebut juga akan tercemar. Itulah yang akan kita olah dan konsumsi, karena apapun yang kita perbuat maka akan kembali lagi ke kita,”jelasnya.

Di samping itu lanjutnya, sampah – sampah yang ada di Sungai Batanghari dapat dimanfaatkan dan diteruskan ke bank sampah untuk melihat sisi ekonomis dari sampah itu sendiri. Serta pentingnya edukasi tentang pengelolaan untuk masyarakat sekitar, karena Sungai Batanghari adalah sumber bahan baku air bersih kita.

“Dengan kolaborasi yang lebih intensif kedepannya bersama instansi, akademisi dan praktisi, kita tidak hanya merawat ekosistem sungai, tetapi juga menciptakan peluang baru. Mengubah sampah – sampah sungai menjadi sumber daya berharga melalui bank sampah adalah langkah cerdas yang perlu ditingkatkan,” tutupnya. *(Dian)

“Pesan penting untuk generasi muda saat ini adalah “Jika tidak bisa melakukan hal besar, maka mulai lah dari hal kecil”, karena besar kecilnya tindakan akan berdampak besar bagi lingkungan pada masa yang akan datang,”tukasnya.

Sementara H.Gultom Polairud menyebutkan hal ini merupakan suatu hal yang positif. Dengan adanya kegiatan aksi seperti ini, sampah yang berada di aliran sungai perlahan – lahan akan teratasi.

“Keberhasilan dalam menjaga kebersihan Sungai Batanghari membawa dampak positif bagi air dan biota di dalamnya. Aksi pembersihan sampah di aliran Sungai Batanghari juga menjadi salah satu kegiatan unggulan Polairud Jambi. Mari terus berkomitmen untuk melakukan tindakan seperti ini secara konsisten
dan saling bekerja sama,”tuturnya.

Sedangkan Yudha Tryanto dari Bank Sampah Dream mengatakan bahwa generasi muda saat ini yang peduli terhadap lingkungan hanya kurang lebih 0,5 % di dunia.Sangat miris karena kesadaran masyarakat terhadap sampah itu sangat kecil, sehingga dalam pemikiran saya apa sih yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya, dengan hal sepele seperti contoh botol plastik minuman paling banyak digunakan masyarakat yang mereka sendiri tidak pernah memikirkan dampak dari aspek lingkungan dan kesehatan juga berdampak kepada makhluk hidup lainnya.

“Kita selama ini hanya melihat bahwa sampah berdampak pada manusia, padahal kalau orang pemerhati sejati
akan melihat hal tersebut akan berdampak juga pada mahkluk hidup lainnya, jika pencemaran terjadi di perairan juga akan berdampak pada sahabat kita biota dan fitoplankton. Kita hanya melihat sampah hanya lah sebagai bahan yang tidak dapat digunakan kembali, namun dari segi
ekonomi sampah sangat lah memiliki nilai dan harga. ini telah dilakukan oleh bank sampah dream yang saya jalani. Jadi yang perlu kita lihat dari sampah ini adalah bukan dari fisik dan ketidak bermanfaat nya namun juga dapat kita lihat dari aspek ekonominya,”ucap Yudha.

Diakhir, akademis universitas batanghari Ir.Siti Umi Kalsum, ST.,M. Eng berharap kegiatan ini bukan hanya kegiatan insidentil. Kenapa demikian? Karena sumber air kita adalah sumber kehidupan, apalagi Sungai Batanghari merupakan sumber air baku yang hampir seluruh air PDAM yang ada di Provinsi Jambi.

“Jadi kalau kita membuang sampah di sungai lalu sampah tersebut dikonsumsi oleh ikan – ikan yang mereka anggap bahwa itu adalah makanannya, ikan tersebut juga akan tercemar. Itulah yang akan kita olah dan konsumsi, karena apapun yang kita perbuat maka akan kembali lagi ke kita,”jelasnya.

Di samping itu lanjutnya, sampah – sampah yang ada di Sungai Batanghari dapat dimanfaatkan dan diteruskan ke bank sampah untuk melihat sisi ekonomis dari sampah itu sendiri. Serta pentingnya edukasi tentang pengelolaan untuk masyarakat sekitar, karena Sungai Batanghari adalah sumber bahan baku air bersih kita.

“Dengan kolaborasi yang lebih intensif kedepannya bersama instansi, akademisi dan praktisi, kita tidak hanya merawat ekosistem sungai, tetapi juga menciptakan peluang baru. Mengubah sampah – sampah sungai menjadi sumber daya berharga melalui bank sampah adalah langkah cerdas yang perlu ditingkatkan,” tutupnya. *(Dian)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

SMPN 2 Kuala Tungkal Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah Masih Secara Virtual

Pendidikan

UNJA Wisuda 1.228 Mahasiswa

Pendidikan

SMPN 2 Kuala Tungkal Lolos Sebagai Peserta KSN MTK Nasional

Pendidikan

Jadwal Libur Ramadhan 2022 di Tanjab Barat untuk SD dan SMP

Pendidikan

Puluhan Guru Pengajar di Tanjab Barat Masuk Masa Pensiun

Pendidikan

Disdikbud Tanjab Barat Akan Rekrutmen Guru P3K

Pendidikan

Gelar Aksi Demonstrasi Pelajar SMKN 1 Tanjab Barat Protes Sejumlah Kebijakan

DPRD

Tinjau Sekolah Rusak,Ketua Komisi III DPRD Tanjab Barat Minta Instansi Terkait Mengecek Langsung