TANJABBAR, TJ – Kondisi kualitas udara yang kurang baik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar mendapat perhatian dari Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Tanjabbar m
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, HIPMI Tanjabbar membagikan sekitar 2.000 masker kepada pelajar dan masyarakat di sejumlah titik di Kuala Tungkal. Rabu (9/9/26)
Kalangan pelajar menjadi salah satu sasaran utama kegiatan tersebut. Pengurus BPC HIPMI Tanjabbar mendatangi SMA Negeri 1 Kuala Tungkal dan SMP Negeri 1 Kuala Tungkal untuk membagikan masker kepada para siswa.
Ketua BPC HIPMI Tanjabbar, Rendra Monti, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari program BPD HIPMI Provinsi Jambi yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
“Ini merupakan program dari BPD HIPMI Jambi dan dilaksanakan secara serentak di beberapa daerah se-Provinsi Jambi. Untuk Tanjabbar, kita membagikan sekitar 2.000 masker kepada pelajar dan masyarakat,” ujar Rendra.
Menurutnya, pelajar menjadi perhatian karena aktivitas pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi udara yang membutuhkan kewaspadaan. Para siswa setiap hari harus beraktivitas di luar rumah, termasuk perjalanan menuju dan dari sekolah.
“Pelajar memang tetap menjadi sasaran utama kita. Mereka masih bersekolah dan melakukan aktivitas setiap hari. Karena itu, kita merasa perlu memberikan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap kondisi udara saat ini,” katanya.
Pembagian masker tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. HIPMI juga menyasar masyarakat umum di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga.
Rendra menyebut kondisi kualitas udara yang kurang baik perlu disikapi bersama. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia menyadari masker bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan kualitas udara. Namun, menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi lingkungan dan kesehatan.
“Masker ini memang sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa membantu masyarakat. Yang paling penting adalah kita ingin mengingatkan masyarakat bahwa kondisi udara saat ini harus kita sikapi bersama,” jelasnya.
Rendra menegaskan, keterlibatan HIPMI dalam aksi sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, HIPMI tidak hanya berkutat pada persoalan pengusaha dan dunia usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.
“HIPMI tidak hanya berbicara tentang pengusaha dan dunia usaha. Kita juga punya tanggung jawab sosial. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan membantu masyarakat Tanjabbar, khususnya para pelajar,” pungkas Rendra.
Di tengah kondisi udara yang kurang baik dan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian, masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
HIPMI Tanjabbar juga berharap penanganan karhutla dapat segera membuahkan hasil sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara normal.(*)







