Pelimpahan Informasi Persyaratan BPHTB ke Kecamatan Tuai Penolakan, Aparat Desa dan Kelurahan Merasa Dibebani

- Penulis Berita

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABBAR,TJ – Kebijakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengeluarkan surat terkait penyampaian informasi persyaratan pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) melalui pihak kecamatan, kelurahan, dan pemerintah desa menuai beragam tanggapan.

 

Surat bernomor 900.1.13.1/198/BAPENDA/VII/SRK/2026 tertanggal 3 Juli 2026 tersebut meminta seluruh camat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk meneruskan informasi kepada kepala desa dan lurah terkait salah satu persyaratan pengurusan BPHTB, yakni penerbitan Surat Keterangan Harga Pasar Tanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, kebijakan tersebut dikabarkan mendapat penolakan dari sejumlah pihak di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa. Mereka mengaku keberatan karena menilai tugas menerbitkan Surat Keterangan Harga Pasar Tanah berpotensi menambah beban administrasi serta menimbulkan persoalan apabila terjadi perbedaan penilaian harga tanah di lapangan.

 

Salah seorang lurah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dikonfirmasi media ini mengaku keberatan apabila aparatur kelurahan diminta menentukan nilai atau harga pasar tanah. Menurutnya, penetapan nilai tanah berkaitan erat dengan dasar perhitungan pajak dan memiliki aspek teknis yang seharusnya menjadi kewenangan instansi yang memahami regulasi perpajakan.

 

“Perhitungan pajak itu ada teknisnya. Dasarnya harus dipelajari terlebih dahulu karena berkaitan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), luas tanah, serta ketentuan perpajakan yang berlaku. Tidak bisa hanya melihat harga secara umum,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi NJOP suatu objek tanah, maka potensi pajak yang harus dibayarkan juga akan semakin besar. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap menjadi keluhan masyarakat karena dianggap memberatkan.

 

“Kalau NJOP tinggi, otomatis pajaknya juga tinggi. Selama ini masyarakat sering mengeluhkan besaran pajak yang harus dibayar. Kalau kelurahan diminta menentukan harga pasar, tentu kami khawatir justru akan menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” katanya.

 

Menurutnya, penentuan harga pasar tanah membutuhkan kajian dan dasar hukum yang jelas agar tidak memunculkan perbedaan persepsi antara pemerintah desa atau kelurahan, wajib pajak, maupun instansi terkait. Ia berharap penetapan nilai yang menjadi dasar penghitungan pajak tetap dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang tersebut.

 

Dalam surat tersebut, Bapenda meminta pemerintah desa dan kelurahan menginformasikan kepada masyarakat bahwa Surat Keterangan Harga Pasar Tanah menjadi salah satu persyaratan pengurusan BPHTB, menerbitkan surat sesuai kondisi dan harga pasar, serta mengisi data objek dan subjek pajak secara lengkap sesuai format yang telah disediakan.

 

Hingga berita ini ditulis, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan yang disampaikan sejumlah aparatur kecamatan, kelurahan, dan pemerintah desa atas pelaksanaan kebijakan tersebut.(*)

Berita Terkait

Satpol PP Tanjabbar Sisir Toko Material dan Bangsal Kayu, Sejumlah Usaha Belum Kantongi Izin
Peternak Broiler Muaro Jambi Menjerit, Biaya Produksi Tak Sebanding Harga Jual
Jual Beras SPHP di Atas HET, Mitra Bulog Kuala Tungkal Terancam Diblacklist
Mardan Hasibuan Pimpin IBCA-MMA Tanjabbar 2026–2030, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas
Bulog Kuala Tungkal Perketat Pengawasan Penjualan Beras SPHP, Mitra Diminta Patuhi Aturan
Anwar Sadat Luncurkan SIPENA, Urusan Kepegawaian ASN Tanjabbar Kini Berbasis Digital
Desa Teluk Kulbi Masuk Calon Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Jambi 2026
Kebakaran di Tanjabbar Naik 74 Persen, 54 Kejadian Tercatat hingga Oktober 2026

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:29

Bupati Anwar Sadat Warning Kepala PBJ Tanjabbar: Jangan Main-main dengan Proyek Pemerintah!

Jumat, 6 November 2026 - 22:25

Bupati Anwar Sadat Lantik Rita Marlia Jadi Dirut RSUD Suryah Khairuddin, Pembenahan Pelayanan Jadi Sorotan

Jumat, 6 November 2026 - 19:15

Bupati Anwar Sadat Lantik 10 Pejabat ASN, Sejumlah OPD Tanjabbar Alami Perombakan Jabatan

Rabu, 4 November 2026 - 20:30

Anwar Sadat Dampingi Al Haris Tinjau Samsat Tanjabbar, Keringanan Pajak Jadi Sorotan

Rabu, 4 November 2026 - 20:27

Dampingi Gubernur Salurkan Bantuan Korban Kebakaran, Anwar Sadat Pastikan Warga Terdampak Mendapat Perhatian

Senin, 2 November 2026 - 15:36

Tanjabbar Siap Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Nasional Perkopian, Kopi Lokal Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Senin, 2 November 2026 - 11:42

Lelang Tiga Jabatan Eselon II Tanjabbar Segera Bergulir, Katamso Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Minggu, 1 November 2026 - 14:18

Bukan Sekadar Tilawah, Anwar Sadat Dorong Pengamalan Al-Qur’an dalam Kehidupan

Berita Terbaru