KOTA JAMBI, TERASJAMBI.ID – Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., saat menghadiri Seminar Al-Qur’an dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Jambi tersebut menjadi ruang penguatan wawasan keislaman sekaligus membahas relevansi kandungan Al-Qur’an dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah se-Provinsi Jambi, tokoh agama, kafilah MTQ, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Bagi Anwar Sadat, keberadaan seminar Al-Qur’an dalam rangkaian MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda pendamping perlombaan. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk menggali pemahaman terhadap ajaran Al-Qur’an agar tidak berhenti pada kemampuan membaca dan melantunkannya, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Ia berharap, hasil pembahasan dalam seminar dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan kehidupan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia.
“Kegiatan ini sangat strategis dalam memperluas wawasan keislaman kita. Saya berharap nilai-nilai yang dikaji dalam seminar ini dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Tanjung Jabung Barat, agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan Qur’ani,” ujar Anwar Sadat.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tanjabbar tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perjuangan kafilah Tanjabbar yang tengah mengikuti MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah semangat para peserta dalam memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah di ajang keagamaan tingkat provinsi.
Rangkaian seminar kemudian diisi pemaparan materi oleh sejumlah narasumber dan pakar ulama nasional. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam berbagai persoalan terkait pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.(*)












